20150912 tekno

Ini Dia Jaringan 4G Terluas di Yogyakarta

(tulisan kedua dari sekian tulisan tentang Exclusive Blogger Invitation Smartfren Network Drive Test Yogyakarta)

Seperti saya ceritakan di posting sebelumnya, setelah acara ‘seremonial’ di Boggey Terrace Hotel Hyatt Regency Yogyakarta, kami memulai perjalanan test drive dengan menggunakan bis yang sudah disiapkan oleh tim Smartfren.

Hasil yang saya dapatkan sepanjang perjalanan dari Hotel Hyatt Regency sampai Rumah Makan Sekar Kedhaton antara lain:

  1. Boggey Terrace Hotel Hyatt Regency | Download 26.97Mbps | Upload 5.90Mbps
  2. SMKN 2 Yogyakarta | Download 2.66Mbps | Upload 0.23Mbps
  3. Perempatan Tugu Pal Putih | Download 16.39Mbps | Upload 0.92Mbps
  4. Jembatan Kleringan | Download 4.23Mbps | Upload 0.42Mbps
  5. Perempatan Gondomanan | Download 5.58Mbps | Upload 1.60Mbps
  6. 0 Kilometer | Download 18.91Mbps | Upload 1.83Mbps
  7. Perempatan Ngampilan | Download 21.02Mbps | Upload 0.91Mbps
  8. Pojok Beteng Kulon | Download 21.02Mbps | Upload 0.91Mbps
  9. Depan Plengkung Gading | Download 3.94Mbps | Upload 0.63Mbps
  10. Pojok Beteng Wetan | Download 5.39Mbps | Upload 0.64Mbps
  11. XT Square | Download 8.43Mbps | Upload 0.99Mbps
  12. Rumah Makan Sekar Kedhaton Kotagede | Download 5.22Mbps | 0.47Mbps

Hasil yang kami dapatkan dari testdrive berbeda satu sama yang lain, at least perbedaan tidak begitu jauh, dikarenakan posisi test tidak di satu titik yang sama.

Yang agak unik adalah tim Smartfren mengatakan bahwa sinyal Smartfren agak kurang bagus di daerah perempatan Ngampilan, tetapi justru saya mendapatkan hasil yang lumayan. Sementara itu di SMKN 2 Yogyakarta sinyal cukup rendah, menurut tim Smartfren karena di sana idealnya ada 3 BTS yang berfungsi, tetapi saat itu 2 BTS sedang dalam tahap provisioning. Hasil terbaik yang didapatkan dari seluruh yang melakukan testdrive adalah download 46.97Mbps.

Sementara itu di antara titik-titik di atas, saya juga melakukan aktifitas seperti penggunaan internet sehari-hari, seperti browsing, nonton video streaming, bermain games, mendengarkan lagu/radio secara online dan sambil melakukan pekerjaan ‘ngadmin’ salah satu akun informasi lokal. Penggunaan untuk keperluan di atas, saya tidak menemukan kendala sama sekali, sekalipun saat berada di SMKN 2 Yogyakarta.

Menurut Munir Syahda Prabowo,  Head of Network Special Project Smartfren, jaringan Smartfren untuk di dalam Ring Road Kota Yogyakarta sudah hampir 100%. Sedangkan untuk luar Ring Road tetap lancar di titik-titik dengan pengguna Smartfren dan jalur-jalur utama ke arah luar kota.

Kenapa Smartfren bisa menguasai hampir seluruh kota dan mendominasi di jalur luar kota? Karena Smartfren mempunyai jangkauan yang lebih luas dengan menggunakan 2 band yaitu di 900MHz dan 2.300MHz secara bersamaan dan saling mendukung. Ditambah lagi dengan smartphone/modem yang dirancang sesuai dengan kebutuhan di kedua band tersebut. Sementara kompetitor lain masih berkutat di jaringan 900MHz dan masih membangun jaringan 1.800MHz, Smartfren sudah bisa melenggang di semua titik keramaian.

Gambar di atas adalah teman-teman blogger dan tim Smartfren saat berada di Rumah Makan Sekar Kedhaton. Gambar di bawah adalah beberapa titik di sepanjang perjalanan yang sempat saya posting di twitter.

Sementara sampai di sini dulu cerita tentang tekno kali ini, cerita selanjutnya kita tunggu di waktu berikutnya.

Tulisan sebelum ini:

 

20150912 tekno

Exclusive Blogger Invitation Smartfren Network Drive Test Yogyakarta

Andromax Q

Andromax Q dari Smartfren

(tulisan pertama dari sekian tulisan tentang Exclusive Blogger Invitation Smartfren Network Drive Test Yogyakarta)

Setelah email-emailan beberapa kali yang berakhir dengan konfirmasi kehadiran, akhirnya 2 minggu lalu, tepatnya Rabu 26 Agustus 2015 saya mendapatkan undangan yang bertajuk “Exclusive Blogger Invitation Smartfren Network Drive Test Yogyakarta” dari Smartfren. Acara ini dihadiri oleh teman-teman blogger dan media Jogja (dan ternyata) juga dihadiri oleh beberapa media nasional yang meliput test drive dari Jakarta hingga Solo bersama dengan tim Smartfren.

Jam 11.00 tepat saya sudah hadir di Boggey Terrace Hotel Hyat Regency Yogyakarta.Tiba di Boggey Terrace yang berhadapan dengan drive range Hotel Hyatt Regency, belum banyak yang datang. Terlihat teman blogger Jarwadi sedang ngobrol dengan seseorang, saya merapat dan duduk bersama semeja dengan mereka. Setelah berbasa-basi sedikit, ternyata saya baru tahu kalau yang diajak ngobrol Jarwadi adalah OomYahya, salah satu follower saya di twitter. Semakin lancar dan seru obrolan dengan mereka berdua yang membuat saya pengen kembali aktif ngeblog, banyak ilmu dan pencerahan dari hasil ngobrol dengan mereka.

Tidak lama kemudian, Seno Pramuadji dari tim Smartfren datang dan memperkenalkan diri dan mempersilakan untuk mulai makan siang sambil menyerahkan 1 unit Andromax Q untuk digunakan test drive nanti. Unboxing Andromax Q langsung dilakukan dengan cepat langsung disetting dengan memasukkan uSIM 4GLTE prabayar, registrasi Google, dan mengunduh aplikasi Ookla dibantu oleh tim dari Smartfren.

Acara dimulai dari makan siang, unboxing Andromax Q kemudian dilanjutkan dengan test drive akses Smartfren 4GLTE mengelilingi hampir dua pertiga kota Yogyakarta dari Hotel Hyatt Regency di daerah Palagan sampai Rumah Makan Sekar Kedhaton di Kotagede.

Kami berangkat naik bis, dengan rute Hotel Hyatt Regency – Jl Monjali – SMKN 2 Yogyakarta – Tugu – Jl Mangkubumi – jembatan Kleringan – Jl Mataram – 0 Kilometer – Parkir Ngabean – Pojok Beteng Kulon – Pojok Beteng Wetan – XT Square – berakhir di Rumah Makan Sekar Kedhaton Kotagede.

Di SMKN 2 Yogyakarta kami mampir untuk  menyaksikan Workshop Internet Cerdas yang diselenggarakan oleh CSR Smartfren yang dihadiri juga oleh beberapa SMA dan SMK se-kota Yogyakarta. Di Rumah Makan Sekar Kedhaton kami berdiskusi tentang hasil test drive, jaringan 4GLTE Smartfren dan jaringan 4 GLTE secara umum yang ada di Jawa Tengah / DI Yogyakarta

untuk cerita selanjutnya, tunggu tulisan tentang acara ini ya..

 

20150912 TRI

Bis KPK Bertenaga Listrik?

Bis KPK bertenaga listrik?

Lihat saja foto di sebelah, bagian belakang bis yang biasanya berisi mesin, di bis KPK ini dipasangi generator pembangkit listrik. Ada tulusannya 10ESX Exellent Silent Generator, tetapi tidak jelas berapa watt yang mampu dihasilkan generator ini. Hasil browsing bermerk Denyo buatan Jepang berkemampuan 8kVA.

Entahlah, bis ini bertenaga listrik atau bermesin diesel, tetapi logika saya generator ini digunakan untuk mendukung kebutuhan listrik untuk perangkat elektronik di dalamnya selain aslinya menggunakan mesin diesel untuk penggerak kendaraan.

Foto ini saya ambil di Taman Pintar Yogyakarta pada 4 Mei 2015.

20150912 vandal

Graffiti, Vandal atau Seni?

Graffiti di salah satu sudut kota Jogja. foto: @Asli_Wong_Jogja

Graffiti, kalau di Google Translate artinya coretan.

Semua orang pasti setuju kalau graffiti itu digolongkan seni. Dan semua orang pasti akan membela kalau graffiti dikatakan vandal.

Saya sendiri setuju kalau graffiti itu dikatakan sebuah karya seni.  Tetapi sedikit tergelitik dalam benak saya, benarkah graffiti bukan vandal?

Cobalah keliling Jogja, kota tempat tinggal saya sekarang. Mungkin apa yang ada di benak saya itu benar adanya. Kenapa? Menurut saya, Jogja dan DI Yogyakarta menjadi cenderung kumuh, kalau boleh saya bandingkan dengan Bali, kota kelahiran saya. Di setiap sudut kota dan desa penuh coretan, entah itu coretan nama genk entah itu coretan gambar yang bagus bahkan signboard Superindo di dekat rumah pun berisi coretan.

Balik lagi ke graffiti itu vandal atau seni..

Bagi saya seni itu hasil cipta, rasa dan budaya si pembuatnya. Seni itu tidak merugikan orang lain. Seni itu bisa dinikmati oleh sedikit atau banyak orang dan semua difinisi yang enak-enak.

Pernahkah terpikirkan bahwa graffiti itu vandal? Secara umum pasti mengatakan tidak. Kenyataannya, segala hal yang merupakan kebalikan dari pernyataan dan difinisi seni tadi, bisa dimasukkan kategori vandal.

Saat si seniman graffiti akan menggambar dinding sebuah toko, mestinya si seniman meminta ijin pemilik toko dulu kan. Nah, bisa jadi si pemilik toko itu sebenarnya tidak rela kalau dinding tokonya digambari, tetapi atas nama seni, terpaksa dia merelakan dinding tokonya di graffiti. Apalagi jika si seniman berpenampilan serem dan beramai ramai saat minta ijin.

Di sudut lain kota Jogja, ada bangunan tua dan kosong, tetapi dindingnya penuh dengan graffiti sehingga bangunan dan kesan heritage-nya menjadi tidak kelihatan.

Pernah juga melihat, dinding rumah yang dilapisi batu alam, tetapi batu alamnya sudah tidak kelihatan lagi tertutup oleh gambar graffiti. Kasian arsitek rumah itu jika melihat hasil karyanya tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Di Fly Over Jombor, yang saat ini belum selesai dibangun, di bagian sampingnya sudah bergraffiti.

Pernah juga melihat, sebuah rumah memasang tulisan dilarang corat-coret di dinding ini

Saya bukan menolak graffiti, tetapi alangkah indahnya kalau di tempat-tempat tertentu bisa saling bersanding .

avatar_tugu

Patung Akar di 0 Kilometer, Siapa Yang Salah?

Patung Akar di belakang UPT Malioboro. foto: @liputan6dotcom

berkecamuk dalam pikiran tentang penjelasan Patung Akar di 0 Kilometer yang begitu lama bertahan, masih saat obrolan santai dengan Pengurus Kota waktu itu.

Kenapa patung itu bisa begitu lama bertahan? Kenapa Pengurus Kota seperti membiarkan patung itu berada di situ? Kenapa senimannya tidak memindahkannya? dan kenapa kenapa lainnya..

Kalau dari sisi Ruang Publik, area Titik 0 Kilometer ( dan ruang publik lainnya ) sebaiknya mempunyai peraturan-peraturan yang harus diketahui oleh masyarakat umum, seniman, event organizer, komunitas sampai pedagang asongan dan yang sering berkaitan dengan penggunaan ruang publik itu.

Senimanpun hendaknya mengerti, bahwa pameran di ruang publik itu tentu ada batasan waktunya. Tidak hanya satu seniman yang membutuhkan ruang publik, sehingga mereka semestinya sadar bahwa masih banyak seniman lain yang membutuhkan tempat berpameran dengan biaya murah.

Pengurus Kota-pun hendaknya sadar, bahwa ruang publik itu bukan hanya ruang publik yang bisa dipergunakan dengan bebas sebebas bebasnya, tetapi ruang publik yang bebas terbatas, ruang publik yang bebas tapi ada aturan mainnya. Sehingga perlu dibuatkan aturan-aturan, bukan hanya aturan saja, tetapi penerapan pelaksanaannya. Percaya, Pengurus Kota psti sudah punya aturannya. Bukan hanya kalau ada kepentingan tertentu baru peraturannya berlaku.

Patung Akar, seni instalasi yang mungkin pemegang rekor pameran terlama di Titik 0 Kilometer, adalah karya seni menjadikan Pengurus Kota serba salah untuk ‘memindahkan’nya. Kalau dipindahkan begitu saja, takut dibilang tidak mendukung seniman berkarya. Kalau tidak dipindahkan, sakjane yo rapopo sih.. patung itu jadi obyek foto, karakter patung itu tidak pas dengan lingkungannya dan patung itu terlalu lama di situ dan banyak menjadi pertanyaan orang baik positif maupun negatif

avatar_tugu

Patung Akar di 0 Kilometer, Apa Kata Pengurus Kota?

Patung Akar. foto: @YandiNcex

‘Hilangnya’ Patung Akar di 0 Kilometer sedang menjadi pembicaraan masyarakat Jogja. Ada yang bilang karena ditekan oleh salah satu ormas, mbuh ormas berpeci atau ormas berkatok..

Lebih dari setahun lalu saya pernah bertanya ke salah satu ‘Pengurus Kota’ tentang Patung Akar ini, kenapa patung itu bisa bertahan begitu lama di sana. Jawaban yang saya terima waktu it adalah ‘kita tidak tahu seniman siapa yang membuat dan memasang patung itu, jadi kita tidak berani memindahkan tanpa ijin senimannya.’

‘Ini kan Kota Budaya, kita tidak bisa dengan mudah menggusur karya seni yang dipajang. Disamping itu, untuk memindahkan patung sebesar itu butuh biaya banyak. Semestinya senimannya sendiri yang memindahkannya’ begitu lanjutnya.

Saya cuma mantuk-mantuk saja waktu itu, masih dengan pikiran yang bersliweran tentang Patung Akar itu. Obrolan santai dengan Pengurus Kota waktu itu masih berlanjut.

 

Kaos JugaUpdate

Kaos “Juga Update”

Kaos ini saya desain sendiri, untuk produksinya bekerjasama dengan @ngartun

Kaos JugaUpdate ini dibuat sebagai produk ke-2 dari @JogjaUpdate yang bekerjasama dengan @ngartun (desain sebelumnya adalah Kaos Tugu yang dibuat dikaitkan dengan Tahun Baru 2013), tema ini diangkat dalam rangka Ulang Tahun JogjaUpdate ke-3 yang jatuh pada 31 Maret 2013.

ada cerita menarik tentang kata JugaUpdate atau mungkin lebih tepatnya #JugaApdet, kata ini sempat populer di bulan puasa tahun 2011. #JugaApdet merupakan pertanyaan-pertanyaan plesetan dari akun twitter @JogjaUpdate yang sering meretweet pertanyaan-pertanyaan followernya, baik pertanyaan serius maupun pertanyaan yang remeh. Pertanyaan-pertanyaan hampir sama seperti di JogjaUpdate tetapi diubah jadi pertanyaan konyol yang membuat penikmat twitter ikut saling melontarkan twit-twit konyol dan lucu sembari menunggu sahur.

Di bulan puasa 2012 ‘permainan’ #JugaApdet muncul lagi hingga menjadi trending topic nasional.

Kenapa JugaUpdate? Ini tidak bermaksud meniru dari cerita di atas, tetapi lebih ke arah kebanggaan menggunakan kaos ini. JugaUpdate.. saya JugaUpdate.. saya tidak ketinggalan berita dan cerita tentang Jogja, itulah kira-kira pesan yang dibawa jika menggunakan kaos ini.

Dan bukan JugaApdet atau JogjaUpdate? Kebetulan selain @JogjaUpdate saya juga yang memiliki akun @JugaUpdate . Akun JugaUpdate ini terinspirasi dari 2 momen, yang pertama adalah Kaos Update Banget-nya @detikcom , saya memiliki kaos Update Banget yang diberikan oleh @budionodarsono founder @detikcom pertengahan tahun 2010 waktu itu saya sudah bertekad untuk membuat kaos sejenis itu. Yang kedua adalah hashtag #JugaApdet tahun 2011

Insya Allah saya bisa mengirimkan kaos ke pemberi inspirasi

Jika berminat untuk memiliki kaos ini, silakan untuk memesan dengan cara seperti yang ada di bawah ini..

Kode: KJU-Putih / KJU-Hitam | Bahan: Cotton Combed 24S | Sablon: Rubber

“Pre Order” :

5-23 Maret 2013: Pemesanan dan Pembayaran

23-28 Maret 2013: Produksi

28 Maret 2013: Pengiriman

Cara Pemesanan:

ketik :  nama / alamat / nomer HP / kode / ukuran / jumlah ke 0857 2580 7088

ketik :  nama / alamat / nomer HP / kode / ukuran / jumlah ke PIN BB 25a4ff70

ketik :  nama / alamat / nomer HP / kode / ukuran / jumlah mention ke twitter @ngartun

20150912 TRI

Profile

Profile
Nama: Dhee SenggOL
Pendidikan: Arsitektur Universitas Udayana – Bali

Jabatan:
– Bapak Rumah Tangga
– Founder/CEO @SeeJogja with more than 100 brothers
– Founder/CEO/Admin @JogjaUpdate

Organisasi:
– Bali Blogger Community
– Volkswagen Club Yogyakarta (VCY-165)
– Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia (YC9DF/2)

Account:
– WebBlog: senggol.com
– Twitter: @senggol
– Instagram: senggolcom
– Path: SenggOL
– Facebook: SenggOLcom
– Google+: +SenggOLtm
– Youtube: SenggOLtm
– AboutMe: about.me/senggol

Jika ada keperluan, silakan menghubungi:
– HP/WA: 082 138 40 5566 (voicecall for urgent only)
– E-Mail: senggol.com @ gmail.com

 

 

20150912 TRI

Disclaimer

Disclaimer

  • Hargailah Hak Kekayaan Intelektual seperti yang tercantum dalam Undang Undang Nomer 19 Tahun 2002.
  • Diperkenankan untuk mengambil, meng-copy isi dari blog ini sepanjang digunakan untuk kepentingan sosial dan tidak digunakan untuk kepentingan komersial.
  • Setiap mengambil, meng-copy isi dari blog ini diwajibkan menyertakan sumbernya.

Atas penghargaannya saya ucapkan terimakasih.

 

Kontak
Jika ada keperluan, silakan menghubungi:
– Nama: Dhee SenggOL
– HP/WA: 082 138 40 5566 (voicecall for urgent only)
– E-Mail: senggol.com @ gmail.com
– Twitter: @SenggOL

20150912 TRI

About Me

dhee @SenggOLDhee SenggOL
Termasuk cah lawas, biasa di panggil Dhee, Dhe Senggol atau Pakdhe Senggol malah ada yang manggil Mbah Senggol. Nama SenggOL berawal di pertengahan tahun 2009 dari nama domain senggol.com yang awalnya akan dipakai jualan, tetapi jualan lewat web-nya sampai sekarang belum pernah kesampaian. Kemudian dibuatlah akun twitter @SenggOL.
Lebih dikenal dengan panggilan Pakdhe atau Dhee SenggOL? Ya. karena setelah bermigrasi ke Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat di awal 2010 akun twitter @SenggOL lebih banyak berinteraksi dibanding akun twitter aslinya.

20150912 TRIBrand Personal
Membuat, membangun dan membesarkan sebuah akun informasi lokal Jogja @JogjaUpdate melalui sosial media twitter membuat nama @SenggOL menjadi dikenal. Walau pada awalnya berkeinginan untuk tidak diketahui sebagai pemilik dan pengelola akun info (yang katanya) jadi panutan akun info lainnya tetapi harus menerima kenyataan bahwa a man behind the gun itu tidak bisa bersembunyi. Hanya mampu 9 bulan untuk bersembunyi, selanjutnya sudah terendus keberadaannya.
Mumpung sudah terendus, akhirnya mengubah rencana awal dan menjadikan Dhee SenggOL sebuah brand personal. @SenggOl adalah @JogjaUpdate dan @JogjaUpdate adalah @SenggOL. Datang dan meramaikan kegiatan komunitas online tetapi tetap memposisikan diri di posisi netral menjadikan @SenggOL sampai saat ini bisa dikatakan tidak terikat di salah satu komunitas apapun di Jogja. Menjadikan diri seorang pegiat sosial media di Jogja, dari mikroblogger sampai blogger.

senggol aviBlogger
Ngakunya masih blogger, walau tidak jelas aktifitas ke-blogger-annya. Memulai jadi blogger dengan mendaftarkan diri melalui email sekitar tahun 2004 ketika BBC -Bali Blogger Community- didirikan. Tetapi baru 9 bulan kemudian menampakkan diri di kegiatan offline Bali Blogger. Entah masih dianggap anggota Bali Blogger atau tidak, yang jelas sejak migrasi ke Jogja interaksi dengan anggota Bali Blogger lainnya semakin berkurang intensitasnya. Sedangkan di Jogja sendiri juga belum pernah mendaftarkan diri ke salah satu komunitas blogger, tetapi berinteraksi dengan beberapa komunitas blogger yang ada di Jogja juga dilakukan.
Banyak web blog dari layanan gratisan yang sudah dibuat dengan berbagai macam tema, tetapi akhirnya semua itu sirna karena tidak sempat mengurusnya. Kini tinggal 2 web blog yang aktif dan itupun kalau masih bisa dibilang aktif -aktif dalam artian sesekali diisi- dan selebihnya mengelola beberapa mikroblog yang lebih kekinian.

Senggol.com
Dari dibuat tahun 2009, domain ini sudah mengalami sekian kali bongkar pasang, dihapus dan diisi ulang lagi. Seperti disampaikan di atas, latar belakang senggol.com, domain ini kali ini akan diisi dengan cerita tentang kegiatan yang berkaitan dengan profesi sekarang. Sedangkan blog satunya bercerita tentang yang ada kaitannya dengan aktifitas sebelum pindah ke Jogja.

Kontak
Jika ada keperluan, silakan menghubungi:
– Nama: Dhee SenggOL
– HP/WA: 082 138 40 5566 (voicecall for urgent only)
– E-Mail: senggol.com @ gmail.com
– Twitter: @SenggOL